Diskominfo Sultra Bekali Siswa SRT Kendari Terkait Pemahaman Literasi Digital

DINAMIKA SULTRA.COM, KENDARI – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), membekali peserta didik baru Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Kota Kendari dengan pemahaman literasi digital melalui materi bertajuk Cerdas Bermedia dan Bijak Menggunakan Handphone.
Kepala Diskominfo Kota Kendari Sahuriyanto saat ditemui di Kendari, Selasa, mengatakan perkembangan teknologi digital harus dimanfaatkan peserta didik sebagai sarana belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi diri, bukan sekadar hiburan.
“Media sosial ini bukan hanya tempat scroll. Kita bisa mendapatkan informasi, belajar, berkarya, berprestasi, berbagi kreativitas, bahkan mendukung usaha dan membangun reputasi diri melalui konten-konten positif,” kata Sahuriyanto.
Ia mengingatkan setiap aktivitas di media sosial akan meninggalkan jejak digital yang berdampak pada masa depan, sehingga siswa diminta selalu berpikir sebelum mengunggah, berkomentar, maupun membagikan informasi.
Sahuriyanto mengenalkan prinsip sederhana dalam bermedia digital, yakni membaca terlebih dahulu, tidak bereaksi saat emosi, memeriksa kebenaran informasi, serta mempertimbangkan dampaknya sebelum memutuskan untuk membagikan konten.
“Kita harus cepat membaca, tetapi lambat membagikan. Sebelum share, periksa dulu apakah informasinya benar, aman, bermanfaat, dan tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain,” ujarnya.
Selain bahaya hoaks, ia juga mengulas berbagai risiko ruang digital seperti kecanduan media sosial, perundungan siber (cyberbullying), penyalahgunaan data pribadi, penipuan daring, peretasan akun, hingga penyebaran konten tidak pantas. Para siswa diimbau menjaga keamanan data pribadi dan memanfaatkan fitur autentikasi dua faktor.
Dalam kesempatan itu, Sahuriyanto mengimbau peserta didik agar mengubah cara pandang terhadap penggunaan telepon pintar (smartphone) agar menjadi alat yang produktif.
“Bukan hanya boleh pakai HP atau tidak, tetapi dipakai untuk apa dan berapa lama? Handphone yang sama ketika berada di tangan kita bisa memberikan hasil berbeda, tergantung bagaimana kita menggunakannya,” jelasnya.
Ia mendorong pemanfaatan gawai untuk mencari referensi belajar, membuat karya kreatif, serta mengembangkan keterampilan, tanpa mengganggu kewajiban utama sebagai pelajar.
Sahuriyanto turut mengapresiasi kebijakan pembatasan penggunaan media sosial dan gawai di lingkungan Sekolah Rakyat guna menciptakan suasana belajar yang fokus dan kondusif.
“Tujuan akhirnya membentuk masyarakat yang cakap digital, aman, dan produktif. Anak-anak inilah generasi penerus yang sejak sekarang harus dibekali kemampuan menggunakan teknologi secara cerdas dan bijak,” jelasnya.(ds/Ono)